Mahasiswa Jerman Merasa Beruntung Bisa Pelajari ECVT

    LILIS

    Lilis Mulansari (23), mahasiswa Beuth University of Applied Science, Jerman.

    4 Desember 2010 menjadi hari bersejarah bagi Lilis Mulansari, pasalnya ia terpilih menjadi satu dari sembilan orang pelajar Kabupaten Subang diberangkatkan ke Jerman untuk melanjutkan pendidikan dengan beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Subang. Lilis diterima di jurusan Teknik Fisika, Beuth University of Applied Sciences. Pada April 2015, Lilis kembali ke Indonesia untuk mempelajari tentang ECVT, terutama 4D Brain ECVT 32 Sensor, serta meneliti tentang sensitivitas  4D Brain ECVT dalam mendeteksi tumor otak di C-Tech Labs.

    Lilis tertarik dengan  teknologi ECVT yang sejauh ini hanya dikembangkan di C-Tech Labs karena memiliki minat untuk mendalami bidang tomografi jenis soft field pertama yang bersifat volumetrik. Selama menjadi mahasiswa magang yang melakukan penelitian di C-Tech Labs, Lilis merasa beruntung karena berkesempatan menggunakan perangkat ECVT, memiliki akses ke database untuk melihat hasil citra ECVT pasien tumor otak, dan berkesempatan mengoperasikan perangkat ECVT untuk melakukan scanning terhadap pasien yang menderita tumor. Lilis bergabung dengan tim mahasiswa kerja praktik C-Tech Labs periode Juli-Agustus 2015.

    “Selama magang di C-Tech Labs kegiatan yang saya lakukan adalah menguji sensitivitas dan spesifitas 4D Brain ECVT pada kasus tumor otak, yaitu meningioma. Hasil penelitian berdasarkan data statistik menunjukkan bahwa meningioma tersebut terlihat secara jelas pada rekonstruksi citra dengan skala tertentu,” ujar Lilis. “Apa yang kami temukan ini bisa menjadi landasan bagi operator 4D Brain ECVT dalam merekonstruksi citra tumor otak, khususnya meningioma. Perlu dilakukan penelitian secara menyeluruh terhadap berbagai jenis tumor otak, agar ditemukan suatu karakteristik hasil rekontruksi citra 4D Brain,” tambahnya.

    Bagi Lilis pengalaman magang dan melakukan penelitian di C-Tech Labs terasa menyenangkan karena ia dapat mencoba dan mempelajari hal-hal baru di bawah bimbingan para peneliti di Center for Medical Physics and Cancer Research C-Tech Labs. Selain itu, ia juga mendapatkan ilmu baru seperti Matlab dasar, metode-metode rekonstruksi citra, dan prinsip-prinsip kerja ECVT. Kini, anggota IKWZ (Indonesische Weisheit und Kulturzentrum) Wissenschaftler bagian seminar dan anggota perpustakaan serta madding IWKZ Berlin ini telah kembali ke Jerman untuk menyelesaikan studinya. Lilis berniat untuk melanjutkan penelitian tentang ECVT dengan berbekal pengalaman yang didapat selama meneliti di C-Tech Labs. (UA/DWH)