Mahasiswa Fisika Unsoed Tengah Bersiap Hadapi ASEAN Socio and Cultural Community 2015

    Purwokerto – Menjelang diberlakukannya ASEAN Community 2015, himpunan mahasiswa fisika Unsoed mencoba untuk mempersiapkan diri dengan mengadakan seminar nasional fisika dengan tema “Peran dan Strategi ilmu Fisika dalam Dunia Kesehatan untuk Menghadapi ASEAN Socio and Cultural Community” pada tanggal 15 Nopember 2014 di Gd. Roedhiro Fakultas Ekonomi Unsoed.

    ASEAN Socio and Cultural Community bertujuan untuk memajukan dan menyejahterakan antar negara ASEAN dalam bidang sosial, kebudayaan, pendidikan, ilmu pengetahuan, kesehatan, dan masalah seputar sosial budaya.

    Acara yang diikuti sekitar 150an peserta mahasiswa dari berbagai jurusan di Unsoed ini menghadiri tiga pembicara, yaitu Agus Nugroho, S.Ip., M.Kes (Kabid Sumber Daya Kesehatan Banyumas), Marlin R. B. (Koordinator Riset, Ctech Labs Edwar Technology) dan Muhammad Nur (Ahli Fisika Plasma Indonesia, Dekan Fakultas Sains dan Matematika Undip).

    Agus Nugroho menyatakan lowongan pekerjaan fisika medis masih sangat terbuka lebar, khususnya beberapa rumah sakit di Banyumas. Diharapkan dengan keberadaan SDM fisika medis di rumah sakit di seluruh Indonesia dapat memenuhi target Kementrian Kesehatan dalam menghadapi ASEAN Community 2015.

    Ilmu fisika memiliki peran yang sangat signifikan dalam pengembangan alat kesehatan. Dalam presentasinya, Marlin R. B. menyampaikan aplikasi-aplikasi ilmu fisika yang saat ini dilakukan oleh CTECH Labs Edwar Technology untuk mengembangkan alat diagnostik dan terapi kanker.

    Marlin menyatakan “Kita berada pada posisi terdepan dan memiliki know-how dari technology aplikasi medan listrik baik untuk diagnostik maupun terapi. Di tempat kami, tidak hanya memanfaatkan ilmu fisika ini untuk memperbanyak publikasi ilmiah akan tetapi bagaimana mengembangkan tekhnologi ini menjadi bermanfaat nyata di masyarakat”.

    Muhammad Nur selaku pakar Fisika Plasma Indonesia yang juga sebagai Dekan FSM Undip menyatakan bahwa Fisika medis berperan penting saat ini, fisika medis sangat diperlukan untuk menunjang fungsi kontrol dari kualitas alat alat kesehatan yang ada. Dalam presentasi yang dimoderasi oleh dr. Arundito spesialis onkologi, Muhammad Nur menyatakan “Saya mendukung akan adanya inovasi baru dalam pengembangan alat-alat kesehatan seperti temuannya Dr. Warsito. Kita jangan melulu berpikir secara linear atau kaku dalam pengembangan suatu teknologi. Saya sangat menikmati betul tentang temuan Beliau (Dr. Warsito-red) ini dan siap mendukung penuh upaya beliau dalam mengembangkan teknologi teknologi baru di bidang kesehatan”.(MRB/SM)