Kuliah Umum Tomography Ctechlabs

    Teknik multidisplin ilmu yang bertujuan untuk melihat secara tembus pandang dari suatu objek atau yang dikenal sebagai tomografi telah terus berkembang dan memiliki dampak luar biasa bagi perkembangan peradaban manusia.

    C-techlabs bekerjasama dengan MITI dan VRL mengadakan seminar Lecture Series di menara topfood Alam sutera. Seminar dengan serangkaian kuliah umum yang diisi Oleh Dr. Warsito P. Taruno dan Dr. Wahyu Widada yang ditujukan memberikan perkembangan terbaru dari penelitian ECVT yang dikembangkan oleh CTECH Labs Edwar Technology dan rekan-rekan Universitas kepada masyarakat Indonesia khususnya kalangan akademisi universitas, litbang dan profesional.

    kuliah-umumIlmu tomografi dikembangkan dari berbagai disiplin ilmu seperti fisika, matematika, elektronika, geoteknik, material, dan medis. Tomografi berperan penting membantu manusia melakukan diagnostik terhadap material organik maupun nonorganik.

    Dengan diagnostik manusia mampu menentukan karakterisasi, optimalisasi, prediksi, pemantauan proses industri dalam berbagai hal yang selama ini tidak dapat dilakukan dengan mata manusia langsung.

    Berbagai macam tipe modalitas tomografi telah dikembangkan dan memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing tentunya. Tomografi bekerja berdasarkan fakta bahwa material-material yang terkomposisi pada suatu volume objek memiliki nilai propertis tertentu yang berbeda, seperti kecepatan rambat suara, daya atenuasi gelombang x-ray, relatif permitivitas, konduktivitas, permeabilitas dll.

    Perbedaan nilai propertis inilah yang dimanfaatkan oleh Tomografi untuk melihat sebagaimana manusia melihat melalui perbedaan warna dari cahaya yang terpantul. Beberapa modalitas tomografi yang dikenal luas masyarakat Indonesia saat ini khususnya yang diaplikasikan pada dunia medis adalah USG, MRI, Mammography, CT-Scan dan PET.

    Tren pengembangan dan aplikasi tomografi berubah dari masa ke masa. Diawali masa pengembangan tomografi linier (1930-an) berbasis hard-computing dan kini lebih dikembangkan pada tomografi non-linier yang berbasis soft-computing.

    Tomografi linier membutuhkan energi listrik yang tinggi dan tingkat bahaya yang tinggi. Namun tidak halnya dengan tomografi nonlinier yang lebih rendah penggunaan listrik dan jauh lebih aman.

    USA, UK, German dan beberapa negara eropa adalah negara para pionir dan terdepan dari lahir dan pengembangan tomografi dulu hingga kini. Sehingga banyak kalangan akademisi di Indonesia yang telah berkecimpung dalam aplikasi penggunaan atau bahkan penelitian pengembangan di bidang tomografi merasa bahwa ilmu tomografi hanya dapat diperoleh dan dikembangkan secara maju di negara-negara tsb.

    kuliah-umum2Nyatanya, hal tsb tidaklah sepenuhnya benar. Salah satu modalitas tomografi nonlinier berbasis pengukuran kapasitansi listrik, yang dikenal Electrical Capacitance Tomography, telah disempurnakan dan dievolusi sehingga mampu merekonstruksi komposisi melintang secara 4D suatu volume objek oleh orang Indonesia. Pada tahun 2007, teknik ini dipatenkan dan dinamai Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT).

    ECVT bersifat nonlinier, tidak beradiasi dan berbasis soft-computing sehingga dapat mudah diaplikasikan pada berbagai bidang. Di awal pengembangan, ECVT berhasil membantu para ilmuwan chemical engineering dunia dalam memantau karakteristik sistem aliran multifasa secara 4D untuk pertama kalinya. Tidak lama berselang, NASA pun menggunakan ECVT sebagai alat untuk mendeteksi gelembung air pada permukaan pesawat luar angkasa.

    Setelah sukses dalam membantu peneliti melakukan proses pemantauan, optimalisasi pada dunia chemical engineering, geotechnic dan industrial process kini pada penelitian terbaru, ECVT diteliti dan digunakan untuk dapat menjadi modalitas dalam hal diagnosa otak dan payudara manusia.

    CTECH Labs Edwar Technology yang berlokasi di Alam sutera – Tangerang sebagai lembaga riset berperan utama pada pengembangan teknologi ini. Saat ini, CTECH Labs Edwar Technology yang telah bekerjasama dengan Ohio State University, Kyoto University, King Abdulazis University, Universiti Kebangsaan Malaysia, University of Malaya, dll berupaya membuka peluang seluas-luasnya kepada para kalangan akademisi Indonesia untuk bekerjasama mengembangkan ECVT sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan Dunia.