C-Tech Labs Jajaki Kerjasama Penggunaan ECCT di Pusat Onkologi Jerman

    DONAUWORTH, JERMAN – Satu lagi kerjasama internasional yang C-Tech Labs lakukan. Beberapa waktu mendatang, penduduk Jerman dapat menikmati teknologi terapi ECCT bagi penderita kanker. Teknologi ini akan diadopsi di Onkologie Zentrum Dachau (onkologizentrum.com), pusat onkologi di Jerman yang dipimpin oleh Prof. Dr. Med. Dirk Hempel, ahli onkologi dan hematologi Steinbeis University.

    Onkologie Zentrum

    Prof. Dr. Med. Dirk Hempel, akan mengunakan kombinasi terapi konvensional dan teknologi terapi ECCT (Electro-Capacitance Cancer Therapy) bagi penderita kanker paliatif yang datang ke pusat kanker tersebut. Di Indonesia, statistik pasien yang melakukan terapi ECCT yang umumnya lebih dari 70% adalah kasus stadium lanjut, di mana menunjukkan tingkat bertahan hidup selama dengan lama terapi rata-rata 2,5 tahun mencapai 80% untuk kasus kanker payudara, 75% untuk kasus kanker otak, dan 57% untuk kasus kanker paru-paru. Rata-rata 90% pasien yang bertahan hidup mengalami perbaikan signifikan yang sangat memungkinkan mencapai tingkat terbebas total atau paling tidak bisa mencapai tingkat tidak berkembang (progression-free).

    Onkologie Zentrum_2015-06-17_12-21-07

    Sebelumnya, Onkologie Zentrum Dachau  menggunakan beberapa jenis terapi seperti kemoterapi, terapi imunitas, dan terapi target bagi pasien-pasiennya. Dengan penerapan teknologi terapi ECCT di pusat kanker ini membuka peluang besar bagi warga Jerman untuk menikmati terapi kanker yang aman menggunakan gelombang listrik berenergi rendah (kurang dari 30 watt) yang terbukti secara statistik efektif dalam membunuh sel kanker. Di Jerman, teknologi ini juga dikembangkan bersama Jaringan Weber Medical milik Dr. Mikhael Weber, penemuLow Level Laser Therapy (LLLT) untuk terapi kanker dan Weber Laser yang teknologinya sudah banyak dipakai di dunia hingga Indonesia

    “Dengan LLLT saya mendapatkan hasil terapi yang luar biasa, ada satu kasus kanker payudara yang awalnya ukuran 5 cm dalam 1 tahun mengecil hingga menjadi 2 cm. Tetapi melihat hasil ECCT di mana banyak kasus kanker yang telah menyebar ke paru-paru, tulang dan otak bisa kembali normal dalam waktu yang relatif singkat saya benar-benar tak bisa berkomentar, ” ungkap Dr.Mikhael Weber.

    Kerjasama C-Tech Labs dan Onkologie Zentrum Dachau ini difasilitasi oleh Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) bersama Steinbeis Transfer Institute yang sebelumnya telah menyepakati program kerjasama transfer teknologi. (DWH)