Aplikasi Magnetic Induction Tomography (MIT) untuk Mendeteksi Cacat Baja Hasil Las

    Dona Sutisna, BS Thesis, T. Metalurgi, University of  Tirtayasa, 2013 

    Pengelasan adalah proses penyambungan logam yang banyak digunakan dalam industri manufaktur. Pengelasan memiliki keunggulan seperti konstruksinya ringan, dapat menahan kekuatan tinggi serta ekonomis. Produk hasil pengelasan rentan mengalami cacat, sehingga diperlukan inspeksi dan pemeriksaan intensif guna mengawasi dan mengontrol kondisi logam tersebut. Inspeksi yang umum dilakukan adalah metode Non Destructive Test (NDT). Hadirnya metode tomografi elektrik seperti Magnetic Induction Tomography (MIT) sangat potensial untuk diaplikasikan dalam bidang NDT, khususnya untuk menginspeksi logam hasil pengelasan. MIT memanfaatkan medan magnet yang dipancarkan koil transmitter dan akan menginduksi eddy current pada logam. Adanya perbedaan sifat listrik diketahui dari perubahan sinyal pengukuran yang ditangkap koil receiver dan divisualisasikan sebagai pergeseran fase pada osiloskop. Dalam pengujian sensitivitas sensor MIT 2 koil yang telah dibuat, didapat hasil yang cukup baik. Dimana sensor MIT ini, mampu mengindentifikasi jenis obyek berbeda (air, udara, minyak, baja), volume obyek berbeda dan posisi obyek berbeda berdasarkan nilai fase pada tiap kondisi. Kemudian telah dilakukan pula eksperimen inspeksi terhadap baja hasil las dengan membagi area inspeksi menjadi dua area (area normal dan area cacat). Penentuan area tersebut dilihat dari film hasil uji radiografi baja hasil las yang bersangkutan. Metode dilakukan dengan memindai kedua area pada baja tersebut sebanyak 2 x (12 kolom dan 10 baris), sehingga berjumlah 240 titik pengukuran. Sensor (koil transmitter dan receiver) selalu diposisikan bersampingan dan bergeser tiap 1 cm ke samping lalu ke bawah, dari titik awal (1,1) hingga titik akhir (12,10). Hasil eksperimen menunjukkan, bahwa lasan cacat memiliki nilai fase yang lebih rendah dibanding lasan normal. Data hasil eksperimen inspeksi baja diolah dan dipadukan dengan sensitivitas simulasi sensor MIT dalam proses rekonstruksi citra. Hasil rekonstruksi citra menunjukkan, adanya cacat pada las ditandai dengan titik merah pada citra. Citra yang dihasilkan dari sensor MIT ini relatif sesuai dengan film uji radiografi, dimana memiliki korelasi kesesuaian 75%.