Apa Kata Kepala LIPI 2010-2014 Tentang Temuan Dr. Warsito?

    Prof. Dr. Lukman Hakim, M.Sc, Kepala LIPI periode 2010-2014, dalam testimoni yang terekam pada penganugerahan tertinggi BJHTA 2015 oleh BPPT kepada Dr. Warsito P. Taruno, M.Eng bulan Agustus silam, menyebutkan bahwa pusat yang saat ini dikembangkan oleh Dr. Warsito adalah benar-benar berbasis riset. Ia menyebutkan, masih sangat sedikit perusahaan di Indonesia yang melakukan mekanisme usaha seperti yang dilakukan oleh Dr. Warsito.

    “Saya mengapresiasi BPPT yang telah memberikan pengakuan dan legitimasi bagi upaya riset dan pelayanan yang telah diberikan Dr. Warsito kepada masyarakat banyak. Dr. Warsito sekarang mengelola sebuah usaha berbasis penelitian, dimana dia mengalokasikan lebih dari 35% anggaran dari revenue total per tahun untuk membiayai riset dan lebih dari 1/3 dari total karyawannya adalah para peneliti, “ujar Lukman. “Saya lihat dari ukuran-ukuran standart ini maka dia betul-betul adalah sebuah pusat yang berbasis riset,” tambahnya.

    Di sisi lain, Lukman juga memaparkan bahwa usaha yang dirintis sejak 2002 ini mendapatkan banyak kecaman pedas dan masih belum diterima oleh beberapa pihak. “Dari sekian banyak kecaman yang saya ikuti, keberatan bersumber dari masalah substansi berkaitan dengan penggunaan gelombang elektrostatik untuk menghambat pertumbuhan sel kanker serta masalah prosedur dan etik medis tentang terapi kanker yang dilakukan oleh tenaga non medis,” kata Lukman.

    Lukman menyayangkan belum ada atmosfer intelektual yang komprehensif untuk menjembatani perbedaan antara temuan Warsito dan pendapat para dokter di Indonesia. “Saya mengikuti dengan keprihatinan bagaimana pandangan-pandangan yang dikemukakan oleh pihak yang mengecam Dr. Warsito masih sangat tidak scientific sekalipun dikemukakan oleh berbagai pihak.”Sedangkan di luar negeri kata Lukman, sambutan atas temuan ini dibahas bahkan telah diadopsi pada beberapa rumah sakit.

    Lukman juga mengungkap sedikit pandangan, Mina J. Bissell Ph.D, peneliti terkemuka dalam masalah kanker payudara. Hasil serangkaian penelitiannya yang memberi pemahaman baru tentang kanker. Atas dasar perspektif tentang micro unwarmend cell termasuk ekstra seluler matriks dan fungsi-fungsi jaringan, peneliti senior berdarah Iran-Amerika ini adalah seorang biologist yang bekerja di Divisi Life Science, Lawrance Barkeley National Labs.Mina Bissell selalu menyatakan kepada para mahasiswanya bahwa banyak sekali penemuan yang bias diciptakan. Masih banyak misteri yang harus dipecahkan. Mina Bissell mengatakan, “Jangan menjadi arogan, karena arogan akan membunuh rasa keingintahuan.”

    “Oleh karena itulah kita berdoa semoga upaya yang telah dilakukan, dilanjutkan terus hingga terbangun kelompok peneliti yang lebih luas. Dan saya melihat sendiri, bagaimana peneliti-peneliti muda dari seluruh Indonesia belajar ke lab-nya Pak Warsito. Ini menggambarkan keoptimisan saya, bahwa Indonesia yang mandiri dan berdaya saing makin tampak dalam kehidupan keilmuan kita di tanah air,”pungkas Lukman.

    Warsito bersama timnya telah melakukan kegiatan-kegiatan riset secara ilmiah. Bila disandingkan dengan pandangan Thomas S. Khun yang menjelaskan bagaimana suatu temuan baru ini berproses melalui jalur normal science, anomali, dan kemudian adanya krisis serta terbentuknya teori ilmiah baru. Lukman percaya Warsito mengalami proses itu dan harus dilaluinya dalam perjalanan risetnya yang panjang. Kerja ilmiah yang dilakukan oleh Warsito pasti dilandasi niatnya yang tulus untuk menyumbangkan hasil pemikirannya tersebut untuk kemashlahatan umat manusia. (DWH)

    Share withShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInEmail this to someone